LAKP 45 Kritik Keras Proyek Peningkatan Jalan Sumber Harta – Suka Sari Senilai 17 M

Desa Peristiwa

MUSI RAWAS – | Menanggapi terkait pemberitaan yang di angkat di beberapa media Online lokal dan Nasional seperti Muraterkini.com (https://www.muraterkini.com/dinas-pu-bm-telan-dana-milyaran-peningkatan-jalan-di-sumber-harta-di-duga-banyak-penyimpangan/), Ahlul Fajri Aktifis Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 angkat bicara menanggapi permasalahan pembangunan Proyek peningkatan jalan Sumber Harta, Sumber Sari sampai ke Suka Sari, Kecamatan Sumber Harta.

Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2021 yang menelan anggaran sebesar Rp 17.071.000.000,00. ( tujuh belas milyar tujuh puluh satu juta rupiah ) sudah mengalami kerusakan.

Hal ini mendapat kritikan keras dari Aktivis penggiat Anti Korupsi, Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 adanya permasalahan proyek yang dianggap asal jadi tersebut.

Ahlul Fajri Laskar Anti Korupsi Pejuang 45, menyesalkan rusaknya jalan yang baru saja di bangun itu. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pemeliharaan, Ahlul Fajri mendesak kepada pihak dinas PUBM agar turut bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut dan menekankan kepada pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan guna meningkatkan mutu pembangunan jalan tersebut.

“17 Miliar anggaran yang cukup besar untuk pembangunan jalan itu yang tentu tujuannya adalah untuk kesejahteraan rakyat. Namun sayangnya diduga rata rata semua proyek di jadikan ajang korupsi karena mutu dan kualitasnya tidak sesuai dengan harapan,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (20/01/2022).

Untuk itu, Ahlul sapaan sehari-hari dirinya yang kini sedang menempuh pendidikan di STAI BS Lubuklinggau, Prodi Hukum Tata Negara (Hutan) meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat turut investigasi turun kelapangan guna melihat kualitas kegiatan pembangunan jalan yang menjadi pantauan kami saat ini yang diduga  berindikasi korupsi karena baru hitungan hari aspal jalan tersebut sudah ada yang mengelupas dan mengalami keretakan.

“Adanya kerusakan jalan ini, otomatis masyarakat pengguna jalan yang dirugikan walaupun memang proyek tersebut sekarang masih dalam tahap pemeliharaan namun tetap saja kami menilai ada unsur kesengajaan untuk meraup keuntungan yang banyak,” tutur Ahlul. | faisol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.