Pesan Ustadz Alhabsyi Meningkatkan Iman di Hari Jadi Sukakarya ke-X

Advetorial

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Cuaca mendung disertai rintikan hujan tidak membuat semangat warga Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musirawas surut untuk mendatangi lapangan Kantor Camat setempat, Senin (06/03).

Dengan berdesak-desakan dibawah tenda warga antusias mengikuti acara Tabligh Akbar dengan penceramah Ustadz Ahmad Al Habsyi. Acara terlihat lebih meriah lagi dengan kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Musirawas, yang dihadiri Bupati H Hendra Gunawan.

Begitu khusyu’ masyarakat Sukakarya menyaksikan ceremah agama yang diselipkan untuk membuat warga ketawa, sedih bahkan adanya diantaranya harus meneteskan air mata.

Kondisi tersebut terjadi, ketika ustadz mengajak tiga orang anak menaiki panggung untuk membaca do’a ketika mau makan dan dua diantaranya dengan fasih dan lancar mengucapkannya. Sedangkan, untuk salah satu anak kelas IV SD dengan wajah yang sedikit tembem menangis tersedu-sedu sekaligus membuat ustadz meneteskan air mata ketika saat meminta maaf dan mengungkapkan rasa sayangnya terhadap ibunya tersebut.

Dalam ceramahnya, Ustadz Al Habsyi mengajak meningkatkan keyakinan terhadap Allah swt yang berarti apapun yang terjadi dimuka bumi semuanya sudah menjadi kehendak sang pencipta.

Kemudian, ustadz juga mengingatkan agar kita semua tidak takut mati karena segala mahkluk hidup dimuka bumi semuanya akan kembali kepadanya. Namun, kita harus kita takuti tidak ada bekal amal yang shaleh ketika dibawa mati.

Selanjutnya, masyarakat juga diingatkan agar mendidik anak masing-masing agar tidak keluar dari ketentuan agama serta durhaka terhadap orang tua. Termasuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai agama serta mengingatkan tidak ada sesuatu yang bisa dicapai dengan mudah tanpa adanya perjuangan.

Terakhir, dirinya mengajak masyarakat selagi hidup hendaknya tidak hanya menjadi ahli ibadah saja melainkan juga bisa menjadi ahli manfaat bagi orang banya. Sebab, jika hanya menjadi ahli ibadah tentu hanya ingin menyelamatkan dirinnya serta keluarganya sendiri dari api neraka tanpa memperdulikan orang lain. Akan tetapi, bilamana kita mampu menjadi ahli manfaat tentu bagaimana berjuang sekuat tenaga untuk mengajak saudara sesama muslim untuk tidak melakukan hal mudarot dan menuju kejalan yang benar diridhoi Allah swt. *