PAD dari Walet Belum Meningkat Signifikan

News

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Musi Rawas terutama dari Pajak Sarang Burung Walet belum diupayakan secara optimal, bahkan terkesan tidak ada peningkatan. Padahal usaha burung walet bak jamur hingga meningkat ratusan penangkar, seperti di Kecamatan Megang Sakti.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Nasional Kabupaten Musi Rawas melalui Sekretarisnya, Memeth, Senin menyampaikan bahwa pajak penjualan walet merupakan salah satu potensi PAD yang ada di Kabupaten Musi Rawas dan cukup besar.

———————————————————————————————————

“Jual Domain Web : EmpatLawang.com  – OKUSelatan.com – BandaraSilampari.com  – DafamLinggau.com  – BukitSulap.com  – KSPLestari.com  – ApaKabar.xyz  – Baturaja.xyz  – MediaMusiRawas.com  – MusirawasEkspres.com  –  OKELinggau.com  –  OKUEkspres.com   #HargaNego hub : 082372227444″

———————————————————————————————————

“Info yang kami terima belum ada peningkatan PAD dari Walet secara signifikan, jadi apa yang dikerjakan perangkat daerah terkait.

Disinyalir ratusan penangkar walet belum miliki izin apalagi bayar pajak, yang menjadi pertanyaan bagaimana upaya Pemkab Mura dapat mengoptimalkan PAD dari Pajak Walet,” ungkap Memeth.

Mengapa sampai sekarang seolah ada pembiaran pajak dari sektor Sarang Burung Walet belum ditagih, sambung Memeth. Demikian juga mengenai target PAD secara umum, kenapa masih sama saja dengan yang lama walau meninggkat tidak signifikan. Kalau dulu, PAD ditangani hanya satu Bidang dikepalai Kabid, tapi sekarang satu Badan dikepalai Kaban, target mestinya lebih lagi.

Sementara itu, Kepala BPPRD Mura dikantornya pukul 13.43 WIB tidak bisa ditemui alasan sopirnya istirahat sholat makan (Ishoma). Sebelumnya, Kabid Pajak dan Retribusi Daerah, Thomas tidak berani memberikan penjelasan demikian juga Sekretaris, Tulhanan tidak berani melampaui pimpinan. Keduanya beralasan langsung saja ke Kepala Badan. “Pernah salah seorang dari sini berikan penjelasan ke wartawan, tapi mungkin kurang pas akhirnya dimarah Kaban (Kepala Badan),” kata Thomas. Sedangkan Tulhanan minta maaf, “Lebih baik ke pimpinan langsung, umpama bertanya A, ia bisa jawab A + B ….. tapi kalau saya bertanya A ya jawab A saja.” (fsl)