Zulkifli Hasan : Nilai-Nilai Pancasila Semakin Pudar

Peristiwa

JAKARTA – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan kembali pentingnya mengembalikan nilai-nilai dan semangat Pancasila di bidang ekonomi. Hal ini disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri Kongres Umat Islam MUI bertajuk Arus Baru Ekonomi Umat.

“Sejak 71 tahun lalu pendiri bangsa sudah merumuskan nilai nilai keadilan sosial, kedaulatan dan kesejahteraan untuk seluruh anak bangsa,” kata Zulkifli.

Namun kenyataan hari ini, kata Zulkifli, nilai-nilai Pancasila itu justru semakin pudar. “Bayangkan di negeri Pancasila ini ada empat orang yang kekayaannya setara dengan harta 100 juta orang miskin,” ucap dia.

Menurut mantan menteri kehutanan ini, kesenjangan yang terjadi terjadi karena inkonsistensi dengan Pancasila dan UUD 1945. Ekonomi yang seharusnya dijalankan dengan prinsip kekeluargaan dan kebersamaan, seperti koperasi, menjadi ekonomi tarung bebas.

“Kita seharusnya menjalankan usaha ekonomi dengan berlandaskan kekeluargaan dan kebersamaan. Bukan menang menangan,” ujar dia menegaskan.

Untuk menghidupkan kembali nilai nilai Pancasila seperti kebersamaan, kekeluargaan dan keadilan sosial, Zulkifli Hasan menggagas perlunya keberpihakan pada UKM dan Pengusaha kecil. “Prioritas akses modal pada pengusaha kecil dan UKM di daerah. Berikan pelatihan SDM agar pengusaha lokal bisa tumbuh di daerah,”

Langkah selanjutnya adalah menghidupkan kembali semangat UUD Pasal 33 dalam kehidupan ekonomi bangsa. Zulkifli menyebut skema distribusi lahan dan pembagian saham pada rakyat yang menghadapi konflik pembangunan. “Berikan lahan pada petani untuk digarap agar mereka bisa sejahtera. Selanjutnya untuk rakyat yang daerah mata pencahariannya tergusur, berikan saham agar penghasilannya tetap terjaga,” kata dia.

Zulkifli yakin, penerapan nilai nilai Pancasila akan signifikan mengurangi kesenjangan. “Saatnya wujudkan janji janji kebangsaan kita, kesejahteraan untuk seluruhnya, bukan segelintir golongan saja,” tutup Zulkifli. (rol)