MUSI RAWAS – | Realisasi program bantuan pemerintah pusat, yakni peyaluran dana desa (DD) sudah masuk tahun ke lima. Sebagai evaluasi, tentunya masing-masing desa mampu memprioritaskan pengunaan DD tidak hanya fokus pembangunan desa melainkan upaya mengarah Inovasi Desa. Hal itu disampaikan, Kepala DPMD Mura Mefta Jhoni didampingi Kabid Fasilitasi Perencaan Keuangan Desa Andrianto ketika dibincangi wartawan diruang kerjanya. Selasa (11/6) siang.
Dikatakanya, untuk kabupaten Musi Rawas (Mura) sudah sejak tahun 2014 sebanyak 186 desa mendapat bantuan DD. Hanya saja, memang secara efektif bantuan DD Desa sendiri dirasakan sejak tahun 2016 hingga sampai sekarang.
Adapun, dari setiap tahunnya setiap desa dalam merencanakan pengunaan dari pada DD sendiri lebih didominasi pembangunan fisik, Infrastruktur dan pemberdayaan.
“Untuk realisasi DD hingga tahun 2019, semua tetap berjalan sebagaimana mestinya. Apalagi, mengenai program bantuan pemerintah pusat sudah tahun kelima. Ya, kita mewakili pemerintah kabupaten (Pemkab) inginkan kalau bisa seluruh desa itu sudah bisa ambil trobosan penggunaan DD diprioritaskan Inovasi Desa,” terangya.
Lebih jauh, yang dimaksud inovasi desa sendiri. Setiap desa itu harus mampu memetakan pengelolaan DD untuk mendukung program mulai dari pengembangan potensi sumber daya alam dikelola menjadi wahana objek wisata, kemudian juga memberikan peningkatan terhadap kemajuan pengembangan usaha melalui Bumdes. Dimana, kesemuanya dari penerapan inovasi itu mampu menghasilkan pemdapatan asli desa (PAD).
“Kita tidak hanya sekedar berkomentar, karena dari payung hukumnya sendiri pertama Permendes No 16 tahun 2018, tentang prioritas pengunaan dana desa. Kemudian, diturunkan lagi adanya Perbup No 4 tahun 2019, tentang pendoman belanja dana desa bagi hasil pajak dan salah satunya itu bagaimnana Desa mampu kelola pengunaan DD mengarah ke inovasi desa,” bebernya.
“Kalau sampai sekarang, memang ada beberapa desa sudah mencoba lakukan inovasi. Tetapi, yang menjadi harapan seperti desa-desa di pulau jawa mereka mampu lakukan itu. Desa berkembang, pengahasilan desa meningkat bahkan mampu menjadi desa percontohan,” tukasnya. NRD







